SELAMAT DATANG

Selamat Datang di Blog Pribadi Atma Winata Nawawi

Kamis, 08 Juli 2010

KUPING PANCI

Tak terbayang sulitnya mengangkat panci yang hanya punya satu kuping di sisinya, bukan dua seperti yang biasanya ada. Tidak mustahil, panci dapat terangkat, tetapi hampir dapat dipastikan dilakukan dengan susah payah, kemungkinan panci terangkat miring dan isinya bisa saja tumpah. Kuping panci memang benda sepele, tetapi kehadirannya sangat membantu fungsi panci melakukan tugasnya dengan maksimal. Kuping panci dibuat dua, bukan hanya satu. Dua, untuk tujuan kekuatan bukan penampilan, dua untuk memberikan asistansi maksimal bukan hiasan basa-basi, dan dua untuk menyeimbangkan kedudukan bukan menambah beban panci itu sendiri. Mari belajar tentang kuping panci.
Sama halnya dengan kuping panci yang tidak maksimal melakukan fungsinya ketika sendirian, kepemimpinan spiritual Anda juga tidak akan menghasilkan apa pun jika Anda menjalaninya seorang diri. Anda mungkin berhasil, penuh gagasan, berjiwa besar, dipenuhi spiritualitas dalam pandangan hidup, rajin, dan memiliki keahlian memimpin yang luar biasa, tetapi ketahuilah, Anda tetap membutuhkan orang lain menjadi partner sukses Anda.
Jika Anda merasa, bahwa keberhasilan dapat diperoleh karena kerja keras dan usaha Anda sendiri, saya dapat pastikan, ketika Anda tiba di puncak sukses, Anda akan benar-benar merasa sendirian di sana, dan itu sangat tidak menyenangkan. Sekecil apa pun, harus diakui, kita memerlukan orang lain dalam melengkapi kehidupan kita berjalan mendekati tujuan hidup. Kesadaran ini, membawa pencerahan batin untuk menerima keadaan kita yang tidak sempurna, dan merangkai hubungan dengan orang lain untuk melengkapi ketidaksempurnaan itu untuk mencapai sukses bersama.
Pada prinsipnya, relasi terjalin karena didasari oleh kebutuhan untuk mencapai tujuan yang sama. Karenanya, ketika relasi terbentuk, masing-masing pihak tentu akan melakukan usaha bersama untuk menghasilkan keuntungan dan keberhasilan, sesuai dengan yang diharapkan sejak awal; lazim disebut kerjasama. Bagaimana memastikan bahwa kerjasama ini dapat benar-benar berhasil? Pastikan Anda memiliki partner sukses atas apa pun proyek yang Anda kerjakan dalam hidup Anda, baik dalam berinteraksi bisnis maupun saat Anda melakukan pengembangan diri sendiri. Ingat, siapa pun dapat menjadi partner sukses bagi Anda, cermatlah memerhatikan:
  1. Kuping panci yang copot sebelah, kemudian diganti dengan kuping panci dari jenis lain, meski ”dipaksa” pasang dan difungsikan, pasti terasa janggal, dan pasti kelihatan tak elok. Karena, memang bukan dari jenis yang sama. Besar sebelah, tak pas pada tempatnya, tidak sama kuat menahan beban dan sebagainya. Pastikan partner sukses Anda memiliki visi yang sama dengan Anda, memiliki semangat yang sama dan tujuan yang sama.

    "Share your success with someone who has similar purpose, passion and profit-goal like yours."
    —C.Fald.

    Jangan sembarangan pilih kuping panci, untuk kerjasama yang maksimal. Pastikan mereka adalah orang yang Anda percayai memiliki kesamaan dengan Anda, setidaknya untuk sebuah tujuan. Jika Anda berniat menikah, periksalah apakah calon pasangan Anda memiliki visi berumahtangga yang sama dengan Anda. Jika Anda memimpin usaha, pastikan rekanan bisnis Anda memiliki keinginan mencapai keuntungan dalam tuntunan nilai-nilai moral yang sama dengan Anda. Jika Anda hendak melakukan perubahan dalam kebiasaan hidup, pastikan partner perubahan Anda memberikan dorongan positif ketika Anda memerlukannya. Jika Anda pembuat keputusan, pastikan partner sukses Anda adalah mereka yang memiliki arah yang sama dengan Anda.
  2. Bagi Beban! Ini sebabnya, kuping panci ada dua, agar seimbang menanggung beban. Partner sukses Anda haruslah yang bersedia mengerjakan dengan adil dan konsisten bagian yang menjadi tanggungjawabnya. Pekerjaan dan tujuan tercapai jauh lebih cepat jika dikerjakan bersama, bukan sendirian. Beban yang dipikul, dibagi bersama untuk pencapaian lebih baik. Buat kesepakatan yang jelas dan rinci mengenai semua tugas dan beban yang ada, agar memudahkan Anda dan partner sukses Anda mengurai kegiatan dan tetap pada jalur. Jangan berpindah, meskipun Anda mampu melakukannya. Jika bagian tugas Anda di sebelah kiri, tetaplah di sana, dan biarkan partner sukses Anda mengerjakan di bagian kanan miliknya. Ingat, keseimbangan menjaga harmonisasi, dan menghasilkan kesinambungan. Jangan jadi kuping kanan jika Anda adalah kuping panci sebelah kiri! Kebanyakan kerjasama tidak berakhir dengan keberhasilan, karena salah satu pihak merasa lebih baik dari yang lain dan tidak mengerjakan bagiannya dengan konsisten.
  3. Sejajarkan posisi Anda. Tidak ada dua kuping panci yang dipasang tak sejajar satu dengan yang lain. Keberadaan yang sejajar ini membuat segala sesuatu berjalan sempurna. Meski Anda seorang pemimpin hebat di tempat asal Anda, saat bekerjasama dengan pihak lain, posisikan keberadaan Anda dalam keadaan sejajar dengan partner sukses Anda. Tidak ada supremasi dalam kerjasama. Sikap rendah hati dan kesediaan Anda berbagi dalam porsi yang sejajar sama adalah keunggulan karakter Anda dalam menjalankan tanggungjawab Anda dengan adil. Sikap inilah yang membuka banyak peluang bagi Anda untuk memelajari hal-hal baru dari partner sukses Anda, dan membuat Anda menampung lebih banyak manfaat dari kerjasama tersebut. Jika saat ini, Anda mendapati posisi Anda lebih tinggi dari seharusnya, sejajarkan segera! Tidak ada manfaat apa pun dari kondisi “tinggi sebelah”.
Terapkan ke-3 hal di atas juga pada diri Anda sendiri, kemudian ini yang terpenting: sediakan diri Anda sebagai partner sukses juga bagi orang lain. Perhatikan, ada banyak pihak di sekitar Anda sekarang ini membutuhkan rekanan seperti Anda dalam hidup mereka. Jalinlah kerjasama yang positif bersama untuk manfaat melebihi keuntungan. Karena, selalu ada peluang lebih besar untuk mencapai tujuan jika dikerjakan bersama-sama.
Lakukan sesuatu bagi orang lain, Anda dapat selalu menemukan, bahwa Anda dapat menjadi 'kuping panci’ bagi seseorang. Dan itu, bukan sekadar menguntungkan, tetapi menyenangkan untuk dilakukan. Bersedia?